Metrogayo.com | Aceh Tengah - Harga ayam potong di Kabupaten Aceh Tengah mulai mengalami kenaikan. Kondisi tersebut juga dibarengi dengan terbatasnya ketersediaan stok ayam di tingkat pedagang.
Kenaikan harga ini terpantau di Pasar Paya ilang Takengon pada Selasa 1/9/2026. Sejumlah pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan dalam beberapa hari terakhir.
Seorang pedagang ayam yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pasokan ayam potong di Aceh Tengah sempat terhambat beberapa hari lalu.
"Stok ayam potong di Aceh Tengah, sempat kosong beberapa hari lalu, dan kemarin ayam mulai masuk. Untuk harga, kami jual 75ribu hingga 80ribu ukuran besar," ujarnya.
Ia menyebut, selain stok yang tidak selalu tersedia, harga ayam saat ini juga dinilai cukup mahal dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, kondisi ini membuat daya beli masyarakat ikut menurun.
"Biasanya sehari bisa habis banyak. Sekarang pembeli mikir-mikir dulu karena harganya naik," katanya.
Pedagang tersebut juga menjelaskan bahwa fluktuasi harga ayam bukan hal baru. Namun untuk beberapa pekan terakhir, kenaikan yang terjadi cukup signifikan dan berbarengan dengan kosongnya stok.
Tidak hanya pedagang di pasar, kenaikan harga ayam potong ini juga berdampak langsung kepada pelaku usaha kuliner. Di sisi lain, pedagang rumah makan juga mengeluhkan mahalnya harga ayam potong saat ini.
Fitriani (42) Salah satu pemilik warung makan di Takengon mengaku harus memesan langsung ke Aceh Timur untuk memenuhi kebutuhan dagangan.
"Kami pesan langsung ke Aceh Timur, hingga 300 ekor, mengingat untuk kebutuhan dagangan," katanya.
Menurutnya, memesan langsung ke luar daerah menjadi salah satu cara agar stok ayam tetap aman untuk operasional warung. Sebab jika hanya mengandalkan pasokan dari Pasar, dikhawatirkan stok kembali kosong.
Ia menambahkan, kenaikan harga ayam otomatis membuat modal usaha menjadi lebih besar. Jika kondisi ini terus berlangsung, pelaku usaha kuliner akan dihadapkan pada pilihan menaikkan harga menu atau mengurangi keuntungan.
"Ayam ini kebutuhan pokok untuk warung makan. Kalau harganya terus naik, kami juga bingung. Mau naikkan harga, takut pelanggan lari. Tapi kalau tidak, kami yang rugi," ujarnya.
Harga Rp75 ribu hingga Rp80 ribu untuk ukuran besar menjadi harga yang paling banyak dipatok pedagang saat ini. Harga tersebut naik dibanding minggu-minggu sebelumnya.
Keterbatasan stok juga membuat pedagang tidak bisa leluasa melayani permintaan dalam jumlah besar. Beberapa pembeli yang datang untuk membeli ayam dalam jumlah banyak terpaksa dipending hingga pasokan berikutnya datang.
Kenaikan harga ayam potong ini mendapat keluhan dari masyarakat. Ayam merupakan salah satu komoditas yang paling sering dikonsumsi rumah tangga di Aceh Tengah.
Dengan harga yang menembus Rp80 ribu per ekor, sebagian warga mengaku harus menyesuaikan anggaran belanja. Sebagian lainnya memilih mengganti ayam dengan sumber protein lain seperti ikan dan telur.
Para ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di Pasar paya ilang berharap harga ayam bisa segera turun. Mereka menilai kenaikan ini cukup memberatkan, apalagi bertepatan dengan kebutuhan sekolah anak dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Baik pedagang pasar maupun pedagang rumah makan berharap ada kepastian pasokan ayam ke Aceh Tengah. Mereka meminta agar distribusi dari daerah pemasok bisa kembali lancar sehingga stok tidak kosong dan harga bisa stabil.
Pelaku usaha juga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat memantau harga di lapangan. Dengan begitu, kenaikan harga yang tidak wajar bisa segera ditangani.
Warga dan pelaku usaha berharap masalah pasokan ini segera diselesaikan. Stabilnya harga ayam dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha kuliner di Aceh Tengah.(Hidayatsabirun)

